Teori Komunikasi Massa


  1. Teori komunikasi massa McQuail. Media massa hidup dan berkembang dalam masyarakat. Media massa menggunakan event atau isu-isu dalam masyarakat sebagai muatan atau konten produknya yang juga dimaksudkan untuk dikembalikan atau dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan demikian terdapat hubungan yang saling menentukan antara media dan masyarakat.
  2. Teori Ko-Orientasi. Menggambarkan hubungan antara elit, isu, public dan media. Elit biasanya diartikan sebagai kekuatan politi yang ada dalam masyarakat. Isu adalah perbincangan atau perdebatan mengenai suatu kejadiandi dalam masyarakat. Public adalah kelompok atau komunitas dalam masyarakat yang berkompeten dengan peristiwa yang diinformasikan dan sekaligus sebagai khalayak media. Media mengacu pada unsur-unsur yang ada dalam media, seperti wartawan, editor dan sebagainya.
  3. Teori agenda seting media. McCombs dan Shaw menjelaskan audience tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal-hal lainnya melalui media massa, tetapi juga mempelajari seberapa besar arti penting yang diberikan pada suatu sisi atau topic dari cara media massa memberikan penekanan terhadap topic tertentu.
  4. Teori-teori efek komunikasi massa  menurut Melvin de Fleur. Melvin de Fleur (1966) memperkenalkan empat golongan teori efek komunikasi massa yang cenderung difokuskan pada sisi audience. Teori yang dimaksud adalah teori perbedaan-perbedaan individu, teori penggolongan sosial, teori hubungann sosial, dan teori norma-norma budaya.

Komentar