Model Komunikasi Massa
Ada 6 model dasar komunikasi masa:
Model Aristoteles
Model Aristoteles
- Aristoteles banyak menelaah proses komunikasi dalam bentuk retorika melalui pidato. Model ini juga dianggap sangat sederhana karena tidak memperhatikan unsur-unsur komunikasi yang lain, termasuk penggunaan sistem non-verbal.
- Model S – R Model Stimulius – Respons. Model ini dipengaruhi oleh aliran behavioristik dan menunjukkan komunikasi sebagai suatu proses “aksi – reaksi” yang sangat sederhana. Proses komunikasi yang digambarkan dalam model ini sebagai pertukaran atau pemindahan gagasan, model ini dapat bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek. Setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi berikutnya.
- Formula Lasswell. Lasswell menyatakan bahwa cara terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan.
- Model Shannon dan Weaver. Model ini sering juga disebut sebagai model matematis atau model teori informasi. Model ini menyoal problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model matematika komunikasi menggambarkan sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan.
- Model Kultivasi. Teori ini memprediksikan dan menjelaskan formasi dan pembentukan jangka panjang dari persepsi, pemahaman, dan keyakinan mengenai dunia sebagai akibat dari konsumsi pesan-pesan yang disampaikan media massa. Pesan-pesan yang diproduksi secara massal oleh televisi dan kesan-kesan yang ditimbulkan dapat membentuk arus utama dari lingkungan simbolis umum yang dapat mempengaruhi penontonnya.
- Model Teori Dependensi. Gagasan utama teori dependensi merujuk pada asumsi bahwa media massa dapat dianggap sebagai sistem informasi yang berperan penting dalam proses pemeliharaan, perubahan, dan konflik pada tataran masyarakat, kelompok atau individu dalam aktivitas sosial.
Komentar
Posting Komentar